Rabu, 07 Mei 2014

TUGAS PEREKONOMIAN INDONESIA



PEREKONOMIAN INDONESIA

A.  Pengertian Sistem
Sistem berasal dari kata “systēma” (dalam Bahasa Yunani) yang mengandung arti “keseluruhan dari bermacam-macam bagian “. Pengertian sistem menurut beberapa ahli :
L. James Havery
“Menurut dia sistem adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan maksud untuk berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.“
C.W. Churchman.
“Menurutnya sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang dikoordinasikan untuk melaksanakan seperangkat tujuan. 
B.  Sistem Ekonomi
Pengertian Sistem ekonomi adalah suatu proses penerapan yang saling behubungan dan berinteraksi yang dikembangkan oleh masyarakat dengan ciri dan identitas tersendiri.

Ada 4 sistem dalam ekonomi, berikut adalah macam-macam sistem ekonomi :

1.     Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ini memiliki tradisi aktivitas ekonomi yang dilakukan secara turun-temurun. Dan masyarakatnya tetap menjaga nilai budaya setempat, sehingga kegiatan perekonomiannya masih bergotong-royong dan kekeluargaan.
Adapun ciri-ciri dari sistem ekonomi tradisional antara lain adalah sebagai berikut :
  • Pembagian struktur kerja belum ada
  • Masih menggunakan tukar-menukar barang/barter
  • Sifat kekeluargaan tergolong tinggi
  • Proses produksinya tergantung pada alam,misalnya bertani, berladang, berkebun dan sebagainya
  • Alat untuk memproduksi sangat sederhana.
2.      Sistem Ekonomi Sosialis/Terpusat
Sistem ekonomi terpusat yang disebut juga sistem ekonomi sosialis adalah suatu sistem ekonomi yang seluruh sumber daya dan pengolahannya direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah. Sistem ekonomi terpusat memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  • Negara menguasai semua alat produksi
  • Produksi dilakukan untuk kebutuhan masyarakat
  • Kegiatan ekonomi direncanakan oleh negara dan diatur pemerintah secara terpusat
  • Hak milik individu tidak diakui
  • Pemerintah mengatur kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi
3.     Sistem Ekonomi Bebas/Liberal
Sistem ekonomi liberal yaitu sistem ekonomi di mana pengelolaan ekonomi diatur oleh kekuatan pasar (permintaan dan penawaran). Sistem ekonomi ini menghendaki adanya kebebasan individu dalam melakukan kegiatan ekonomi. Artinya, setiap individu diakui keberadaanya dan mereka bebas bersaing. Ciri-cirinya :
  • Harga barang ditentukan oleh pasar 
  • Timbulnya persaingan bebas                                                 
  • Adanya pengakuan terhadap hak individu 
  • Setiap individu bebas mengejar keuntungan 
  • Modal memegang peranan sangat penting.
4.     Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi yang berusaha mengurangi kelemahan-kelemahan yang timbul dalam sistem ekonomi terpusat dan sistem ekonomi pasar. Ciri-ciri dari sistem ekonomi campuran :
  • Adanya campur tangan pemerintah dalam perekonomian
  • Adanya pihak swasta yang ikut berperan dalam kegiatan perekonomian
C. Sistem Ekonomi Indonesia
Sejak berdirinya negara Republik Indonesia, sudah banyak tokoh-tokoh negara pada saat itu telah merumuskan sistem perekonomian yang tepat bagi bangsa indonesia, baik secara individu maupun diskusi kelompok. Tokoh ekonomi indonesia saat itu, Sumitro Djojohadikusumo, dalam pidatonya di negara Amerika tahun 1949, menegaskan bahwa sistem yang dicita-citakan adalah ekonomi semacam campuran tetapi dalam proses perkembanganya telah disepakati suatu bentuk ekonomi baru yang dinamakan sebagai Sistem Ekonomi Pancasila yang didalamnya mengandung unsur penting yang disebut

Demokrasi Ekonomi.
Mengapa dipilih sistem Demokrasi ekonomi, karena menurut beliau sistem Demokrasi Ekonomi memiliki ciri-ciri yang positif, diantaranya adalah :
  • Perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan.
  • Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
  • Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendakinya serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
  • Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
  • Potensi, inisiatif dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
  • Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
Dengan demikian perekonomian Indonesia tidak mengizinkan adanya : Free fiht liberalism, yaitu adanya suatu kebebasan usaha yang tidak terkendali sehingga memungkinkan terjadinya eksploitasi kaum ekonomi yang lemah dan terjajah dengan akibat semakin bertambah luasnya jurang pemisah si kaya dan si miskin.
Etatisme, yaitu keikutsertaan pemerintah yang terlalu dominan sehingga mematikan motivasi dan kreasi masyarakat untuk berkembang dan bersaing secara sehat. Jadi masyarakat hanya bersikap pasif saja.
Monopoli, suatu bentuk pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok tertentu, sehingga tidak memberikan pilihan lain pada konsumen untuk tidak mengikuti keinginan sang monopoli. Disini konsumen seperti robot yang diatur untuk mengikuti jalannya permainan.
Meskipun awal perkembangan perekonomian indonesia menganut sistem ekonomi pancasila. Ekonomi demokrasi dan mungkin ‘campuran’ namun bukan berarti sistem perekonomian liberalis dan etatisme tidak pernah terjadi di Indonesia. Awal tahun 1950-an sampai dengan tahun 1957-an merupakan bukti sejarah adanya corak liberalis dalam perekonomian Indonesia. Demikian juga dengan sistem etatisme, pernah juga mewarnai corak perekonomian di tahun 1960-an sampai masa orde baru.
Faktor-faktor penyebab kegagalan sistem perekonomian Indonesia adalah :
Program tersebut disusun oleh tokoh yang relatif bukan bidangnya, namun oleh tokoh politik, sehingga keputusan yang dibuat cenderung menitikberatkan pada masalah politik bukan masalah ekonomi.
Akibat lanjutan dari kegagalan diatas dana negara yang seharusnya dialokasikan untuk kepentingan kegiatan ekonomi justru dialokasikan untuk kepentingan politik dan perang.
Adanya kecenderungan terpengaruh untuk menggunakan sistem perekonomian yang tidak sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia.

D. 5 Permasalahan Ekonomi di Indonesia
Permasalahan ekonomi yang terjadi di suatu negara dapat memperlambat laju pertumbuhan ekonomi. Di Indonesia permasalahan ekonomi dapat menghambat terwujudnya dan kesejahteraan masyarakat. Beberapa permasalahan ekonomi Indonesia sebagai berikut.
1. Rendahnya Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi suatu negara merupakan salah satu indikasi yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan pembangunan negara tersebut. Pertumbuhan ekonomi dapat dilihat melalui tingkat produksi barang dan jasa yang dapat dihasilkan selama satu periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi negara berkembang seperti Indonesia sering terkendala masalah modal dan investasi. Indonesia masih bergantung pada modal dari investasi pihak asing untuk menunjang kegiatan ekonominya.
Lambatnya pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi naiknya harga minyak dunia. Kenaikan harga minyak dunia merupakan akibat langkanya minyak mentah. Kelangkaan disebabkan menipisnya cadangan minyak serta terhambatnya distribusi minyak. Kenaikan harga minyak menyebabkan harga barang pokok lain ikut naik. Akibatnya, daya beli masyarakat menjadi berkurang dan terjadi penurunan kegiatan ekonomi masyarakat.

2. Kemiskinan
Kemiskinan merupakan keadaan masyarakat yang tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Kebutuhan hidup meliputi makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan sebagai akibat berkurangnya pendapatan masyarakat secara riil. Masyarakat mengalami penurunan daya beli barang-barang kebutuhan pokok secara umum. Akibatnya, masyarakat tidak dapat hidup secara layak sehingga taraf hidupnya menurun.
Berdasarkan data BPS bulan Maret 2012 jumlah penduduk yang berada dalam garis kemiskinan berjumlah sekitar 29,13 juta orang (11,96%). Jumlah ini berkurang sebanyak 0,89 juta orang dari periode yang sama tahun sebelumnya. Menurunnya angka kemiskinan ditunjang adanya penurunan harga komoditas makanan sedikit lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan.

3. Pengangguran
Secara umum pengangguran diartikan sebagai angkatan kerja yang tidak bekerja. Pengangguran merupakan rantai masalah yang dapat menimbulkan beberapa permasalahan pada suatu negara. Pengangguran disebabkan jumlah angkatan kerja yang tidak seimbang dengan jumlah lapangan kerja/kesempatan kerja. Akibatnya, banyak angkatan kerja yang tidak dapat terserap dalam lapangan pekerjaan sehingga menimbulkan pengangguran.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah angkatan kerja di Indonesia tahun 2012 mencapai 120,4 juta jiwa. Sementara itu, jumlah pengangguran pada bulan Februari 2012 sebanyak 7,61 juta jiwa turun dari tahun sebelumnya sebanyak 7,7 juta jiwa. Hal ini diharapkan sebagai indikasi yang baik mengenai perbaikan keadaan ketenagakerjaan di Indonesia. Untuk mencapai harapan tersebut, pemerintah perlu mengusahakan kebijakan di bidang ketenagakerjaan, misalnya perbaikan kualitas tenaga kerja / sumber daya manusia, menciptakan lapangan pekerjaan, mendorong tumbuhnya investasi dan modal, menyediakan informasi lapangan pekerjaan, serta memberikan pelatihan dan keterampilan bagi tenaga kerja.

4. Kesenjangan Penghasilan
Penghasilan digunakan masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhannya. Dalam masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhannya. Dalam masyarakat terdapat kelompok masyarkat dengan penghasilan tinggi dan kelompok masyarakat dengan penghasilan rendah. Masyarakat yang memiliki penghasilan tinggi mampu memenuhi kebutuhan hidupnya mulai dari kebutuhan primer, sekunder, hingga tersier. Sementara itu, kelompok masyarakat yang memiliki penghasilan rendah tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya meskipun kebutuhan yang paling dasar.
Perbedaan kelompok masyarakat dengan penghasilan tertentu menimbulkan permasalahan kesenjangan penghasilan. Oleh karena itu, diperlukan peran pemerintah dalam memeratakan penyaluran distribusi pendapatan. Hal ini dilakukan untuk meratakan kemampuan masyarakat dalam menikmati hasil pembangunan. Selain itu, upaya pemerintah dalam meratakan penghasilan bertujuan untuk mengurangi kesenjangan dan kecemburan sosial masyarakat.

5. Inflasi
Berdasarkan data BPS, inflasi Indonesia pada tahun 2011 sebesar 3,79%. Inflasi yang terjadi di Indonesia disebabkan tingginya permintaan agregat, sementara permintaan barang dan jasa tidak diimbangi dengan kemampuan produksi dan kenaikan biaya produksi. Inflasi ditandai oleh kenaikan harga barang dan jasa secara keseluruhan. Hal ini akan menimbulkan penurunan daya beli masyarakat terhadap barang dan jasa. Inflasi berdampak pada lesunya kegiatan perekonomian, kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah, melemahnya nilai rupiah, dan ketidakstabilan perekonomian negara. Berdasarkan sumbernya inflasi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu inflasi tarikan permintaan dan inflasi dorongan biaya.

E.   Beberapa cara mengatasi masalah ekonomi di Indonesia :
Pertama : Presiden mengajak semua pihak dalam menghadapi krisis global harus terus memupuk rasa optimisme dan saling bekerjasama sehingga bisa tetap menjagar kepercayaan masyarakat.

Kedua : pertumbuhan ekonomi sebesar enam persen harus terus dipertahankan antara lain dengan terus mencari peluang ekspor dan investasi serta mengembangkan perekonomian domestik.

Ketiga : optimalisasi APBN 2012 untuk terus memacu pertumbuhan dengan tetap memperhatikan `social safety net` dengan sejumlah hal yang harus diperhatikan yaitu infrastruktur, alokasi penanganan kemiskinan, ketersediaan listrik serta pangan dan BBM.
Untuk itu perlu dilakukan efisiensi penggunaan anggaran APBN maupun APBD khususnya untuk peruntukan konsumtif.

Keempat : ajakan pada kalangan dunia usaha untuk tetap mendorong sektor riil dapat bergerak. Bila itu dapat dilakukan maka pajak dan penerimaan negara bisa terjaga dan juga tenaga kerja dapat terjaga. Sementara Bank Indonesia dan perbankan nasional harus membangun sistem agar kredit bisa mendorong sektor riil. Di samping itu, masih menurut Kepala Negara, pemerintah akan menjalankan kewajibannya untuk memberikan insentif dan kemudahan secara proporsional.

Kelima : semua pihak lebih kreatif menangkap peluang di masa krisis antara lain dengan mengembangkan pasar di negara-negara tetangga di kawasan Asia yang tidak secara langsung terkena pengaruh krisis keuangan AS.

Keenam : menggalakkan kembali penggunaan produk dalam negeri sehingga pasar domestik akan bertambah kuat.

Ketujuh : perlunya penguatan kerjasama lintas sektor antara pemerintah, Bank Indonesia, dunia perbankan serta sektor swasta.

Kedelapan : semua kalangan diharapkan untuk menghindari sikap ego-sentris dan memandang remeh masalah yang dihadapi.

Kesembilan : Presiden meminta semua pihak melakukan komunikasi yang tepat dan baik pada masyarakat. Tak hanya pemerintah dan kalangan pengusaha, serta perbankan, Kepala Negara juga memandang peran pers dalam hal ini sangat penting karena memiliki akses informasi pada masyarakat.


Sabtu, 30 November 2013

Tugas 7

Tugas 7

1. Pengertian, Dampak Positif dan Negatif dari Bisnis Internasional
Bisnis internasional adalah semua transaksi bisnis-swasta dan pemerintah-yang melibatkan dua atau lebih negara. Mengapa satu tertarik untuk mempelajari bisnis internasional? Jawaban paling sederhana adalah bahwa bisnis internasional terdiri dari sebagian besar dan berkembang dari keseluruhan bisnis dunia. Saat ini, hampir semua perusahaan, besar atau kecil, dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa global dan persaingan karena output menjual sebagian dan/ atau pemasok aman dari negara asing dan/ atau bersaing dengan produk dan layanan yang berasal dari luar negeri pengertian bisnis internasional.
Dampak Positif dan Negatif Bisnis Internasional yang mempengaruhi di Masyarakat
Dampak positif perdagangan internasional merupakan keuntungan yang bisa diraih oleh Indonesia demi kelangsungan dan kemajuan perekonomiannya. Dampak – dampak positif perdagangan internasional.
a. Terpenuhinya Kebutuhan Dalam Negeri Yang Tidak Dapat Diproduksi Sendiri. [Menurut Anwar Kurnia]
Keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh suatu negara membuat negara tersebut tidak bisa memenuhi semua kebutuhan rakyatnya. Begitu pula dengan Indonesia, terkadang harus mengimpor suatu barang untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Contohnya, Indonesia mengimpor kedelai dari Brasil dan Amerika untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Ternyata, melalui perdagangan internasional, kebutuhan dalam negeri suatu negara dapat terpenuhi. (Yudhistira, hal. 148)
b.  Memperoleh Devisa Dari Kegiatan Ekspor Migas dan Nonmigas. [Menurut Anwar Kurnia]
Sebagai salah satu negara pengekspor minyak bumi dan gas alam (migas), Indonesia tentunya mendapatkan keuntungan dari kegiatan tersebut. Melalui kegiatan ekspor migas negara kita memperoleh devisa yang sangat besar. Perolehan devisa ini semakin bertambah karena negara kita juga mengekspor barang – barang  nonmigas, seperti kopi, teh, rotan, hasil kerajinan, dan pakaian jadi. (Yudhistira, hal. 148)
c.    Masuknya Modal Asing Ke Dalam Negeri. [Menurut Anwar Kurnia]
Keterlibatan Indonesia dalam perdagangan internasional membuat investor asing tertarik untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Penanaman modal ini, sangat menguntungkan Indonesia. Sebab , adanya penanaman modal asing sangat membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Yudhistira, hal. 148)
d.   Semakin Berkualitasnya Mutu Barang Hasil produksi. [Menurut Anwar Kurnia]
Penerapan teknologi perusahaan-perusahaan di dunia dapat menghasilkan produk-produk bermutu tinggi dan sekaligus pula dapat meningkatkan pelayanan kepada konsumen. (Yudhistira, hal. 149)
e.   Semakin Majunya lembaga Perbankan. [Menurut Anwar Kurnia]
Manfaat lain perdagangan internasional terhadap perekonomian bagi negara di dunia adalah semakin majunya lembaga perbankan. Manfaat itu timbul karena perbedaan alat pembayaran disetiap negara, sehingga mendorong lembaga keuangan bank lebih meningkatkan pelayanan. (Yudhistira, hal. 149)
f.    Mempererat persahabatan antar bangsa. [Menurut Sutarto]
Perdagangan antarnegara membuat tiap negara mempunyai rasa saling membutuhkan dan rasa perlunya persahabatan. Oleh karena itu, perdagangan internasional dapat mempererat persahabatan negara-negara yang bersangkutan. (Bse, hal. 170)
g.   Menambah Kemakmuran negara. [Menurut Sutarto]
Perdagangan internasional dapat menaikkan pendapatan negara masing-masing. Ini terjadi karena negara yang kelebihan suatu barang dapat menjualnya ke negara lain, dan negara yang kekurangan barang dapat membelinya dari negara yang kelebihan. Dengan meningkatnya pendapatan negara dapat menambah kemakmuran negara. (Bse, hal. 170)
h. Mendorong Kemajuan Ilmu pengetahuan dan Teknologi. [Menurut Sutarto]
Perdagangan internasional mendorong para produsen untuk meningkatkan mutu hasil produksinya. Oleh karena itu, persaingan perdagangan internasional mendorong negara pengekspor untuk meningkatkan ilmu dan teknologinya agar produknya mempunyai keunggulan dalam bersaing. (Bse, hal. 170)
Adanya perdagangan internasional mempunyai dampak negatif bagi negara yang melakukannya seperti di Indonesia. Dampak negatifnya sebagai berikut.
a. Munculnya TKI illegal. [Menurut Anwar Kurnia]
Para TKI yang bekerja di luar negeri memperoleh pendapatan yang cukup besar. Kondisi inilah yang mendorong penduduk indonesia untuk mendapatkan kekayaan, mereka berbondong-bondong pergi ke luar negeri meskipun dengan cara tidak resmi (ilegal). TKI tidak hanya merugikan dirinya sendiri tapi juga bisa mencoreng nama baik indonesia di mata internasional. (Yudhistira, hal. 149)
b. Bertambahnya Pengangguran. [Menurut Anwar Kurnia]
Dampak ini sebenarnya merupakan akumulasi dari dampak - dampak sebelumnya karena dari bangkrutnya perusahaan-perusahaan dalam negeri, lapangan kerja menjadi berkurang dan terjadinya PHK. Hal ini semakin menambah jumlah pengangguran di indonesia.(Yudhistira,hal. 150)
c. Perusahaan-perusahaan  indonesia terancam bangkrut. [Menurut Anwar Kurnia]
Perdagangan internasional memberikan kesempatan masuknya produk negara lain ke Indonesia. Produk-produk asing tersebut bersaing dengan produk dalam negeri (indonesia) sehingga hanya produk yang berkualitas saja yang laku di pasaran. Hanya sebagian kecil perusahaan dalam negeri yang mampu memproduksi barang dengan kualitas bagus (unggul). Kondisi inilah yang membuat sebagian besar perusahaan dalam negeri tidak mampu bersain dengan perusahaan asing sehingga terancam bangkrut. (Yudhistira, hal. 150)
d. Semakin ketatnya persaingan tenaga kerja. [Menurut Anwar Kurnia]
Tenaga ahli asing pun banyak yang masuk ke indonesia sebagai akibat dari adanya perdagangan internasional, hal ini membuat persaingan tenaga kerja semakin ketat. Hanya tenaga jerja yang memiliki keterampilan dan keahlian yang mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar negeri. (Yudhistira, hal. 150)
e. Adanya ketergantungan suatu negara terhadap negara lain. [Menurut Sutarto] (Bse, hal. 171)
f. Adanya pola konsumsi masyarakat yang meniru konsumsi negara yang lebih maju. [Menurut Sutarto] (Bse, hal. 171)
g. Terjadinya kekurangan tabungan masyarakat untuk investasi. Ini terjadi karena masyarakat menjadi konsumtif. [Menurut Sutarto] (Bse, hal. 171)
h. Timbulnya penjajahan ekonomi oleh negara yang lebih maju. [Menurut Sutarto] (Bse, hal. 171)
i. Neraca Perdagangan dan Neraca Pembayaran. [Menurut Sutarto] (Bse, hal. 171)
2. Resiko dari Bisnis Internasional
1)    Perbedaan mata uang tiap Negara
Pada umumnya mata uang setiap negara berbeda-beda. Perbedaan inilah yang dapat menghambat perdagangan antar negara. Negara yang melakukan kegiatan ekspor, biasanya meminta kepada negara pengimpor untuk membayar dengan menggunakan mata uang Negara pengekspor. Pembayarannya tentunya akan berkaitan dengan nilai uang itu sendiri. Padahal nilai uang setiap negara berbeda-beda. Apabila nilai mata uang negara pengekspor lebih tinggi daripada nilai mata uang negara pengimpor, maka dapat menambah pengeluaran bagi negara pengimpor. Dengan demikian, agar kedua negara diuntungkan dan lebih mudah proses perdagangannya perlu adanya penetapan mata uang sebagai standar internasional.
2)    Kualitas Sumber Daya yang Rendah
Rendahnya kualitas tenaga kerja dapat menghambat perdagangan internasional. Karena jika sumber daya manusia rendah, maka kualitas dari hasil produksi akan rendah pula. Suatu negara yang memiliki kualitas barang rendah, akan sulit bersaing dengan barang-barang yang dihasilkan oleh negara lain yang kualitasnya lebih baik.
3)    Pembayaran antar negara sulit dan resikonya besar
Pada saat melakukan kegiatan perdagangan internasional, negara pengimpor akan mengalami kesulitan dalam hal pembayaran. Apabila
membayarnya dilakukan secara langsung akan mengalami kesulitan. Selain itu, juga mempunyai risiko yang besar. Oleh karena itu negara pengekspor tidak mau menerima pembayaran dengan tunai, akan tetapi melalui kliring internasional atau telegraphic transfer atau
menggunakan L/C.
4)    Adanya Kebijaksanaan Impor dari Suatu Negara
Setiap negara tentunya akan selalu melindungi barang-barang hasil produksinya sendiri. Mereka tidak ingin barang-barang produksinya tersaingi oleh barang-barang dari luar negeri. Oleh karena itu, setiap negara akan memberlakukan kebijakan untuk melindungi barang-barang dalam negeri. Salah satunya dengan menetapkan tarif impor. Apabila tarif impor tinggi maka barang impor tersebut akan menjadi lebih mahal daripada barang-barang dalam negeri sehingga mengakibatkan masyarakat menjadi kurang tertarik untuk membeli barang impor. Hal itu akan menjadi penghambat bagi negara lain untuk melakukan perdagangan.
5)    Terjadinya Perang
Terjadinya perang dapat menyebabkan hubungan antarnegara terputus. Selain itu, kondisi perekonomian negara tersebut juga akan mengalami kelesuan. Sehingga hal ini dapat menyebabkan perdagangan antarnegara akan terhambat.
6)    Adanya Organisasi-Organisasi Ekonomi Regional
Biasanya dalam satu wilayah regional terdapat organisasiorganisasi ekonomi. Tujuan organisasi-organisasi tersebut untuk memajukan perekonomian negara-negara anggotanya. Kebijakan serta peraturan yang dikeluarkannya pun hanya untuk kepentingan negaranegara anggota. Sebuah organisasi ekonomi regional akan mengeluarkan peraturan ekspor dan impor yang khusus untuk negara anggotanya. Akibatnya apabila ada negara di luar anggota organisasi tersebut melakukan perdagangan dengan negara anggota akan mengalami kesulitan.

Sumber:
Anwar Kurnia, Drs. IPS terpadu kelas IX, 2009, YUDHISTIRA, Jakarta Timur.
Sutarto, DKK. IPS untuk SMP/MTs kelas IX, 2008, BSE, Jakarta.

Jumat, 22 November 2013

Tugas 6

FRANCHISE J.CO DONUTS & COFFEE
A.   Latar Belakang
Franchise adalah perjanjian pembelian hak untuk menjual produk dan jasa dari pemilik usaha. Pemilik usaha disebut franchisor atau seller, sedangkan pembeli “Hak Menjual” disebut franchisee. Isi perjanjian adalah franchisor akan memberikan bantuan dalam memproduksi, operasional, manajemen dan kadangkala sampai masalah keuangan kepada franchisee (Anang Sukandar, 2004 : 9).
Franchise dapat diartikan sebagai sistem bisnis yang melibatkan franchisor (pemilik bisnis), franchisee (penerima waralaba) untuk menjual produk/jasa sesuai dengan pemilik bisnis didasari dengan perjanjian waralaba. Franchise pun dapat dikatakan menjual sistem bisnis yang sudah terbukti memberikan keuntungan dan menjualnya pada investor sesuai dengan perjanjian franchise.
Fenomena yang menarik dibeberapa tahun ini yaitu makin tumbuh suburnya Bisnis Franchise Makanan. Kalau kita amati saat ini banyak sekali usaha baru yang sangat kreatip menawarkan berbagai jenis produk dan jasa, misalnya usaha makanan modern.
Beberapa diantara mereka membuka gerainya di pusat-pusat pertokoan atau di jalan utama di lokasi yang strategis di tengah kota. Itupun disusul dengan sangat banyak lagi usaha franchise asing lain.
Salah satu perusahaan franchise di Indonesia adalah “ J.CO Donuts & Coffee “. J.CO Donuts & Coffee dimiliki dan dikelola oleh Johnny Andrean Group. J. CO Donuts & Coffee ini terinspirasi dari donat di Amerika Serikat.
B.   Tujuan J.CO Donuts & Coffee
Burung Merak pada logo J.CO Donuts & Coffee merupakan representasi visi dan misi perusahaan.
Visi     :
  • Membentuk J.CO Donuts & Coffee sebagai International Premium Donuts and Coffee Brand terkemuka
  • Menjadi trend-setting lifestyle dalam donuts and coffee brand
  • Menjadi perusahaan yang tepat bagi orang-orang yang tepat dalam meraih cita-cita mereka.
Misi     :
  • Menyediakan kualitas premium donat dan kopi
  • Mendorong karyawan dalam meraih cita-cita
  • Menempatkan pelanggan sebagai prioritas
  • Berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan sungguh-sungguh
  • Menyediakan tempat yang sempurna untuk bersantai
  • Memperlakukan setiap orang dengan hormat dan bermartabat
C.   Pembahasan
a.    Kegiatan dan Proses Awal Berdirinya J.CO Donuts & Coffee
J.CO Donuts & Coffee dimiliki dan dikelola oleh Johnny Andrean Group. J.CO Donuts & Coffee ini terinspirasi dari donat di Amerika Serikat. Johnny Andrean pada awalnya berkeinginan membeli franchise donat AS, namun ia menemukan beberapa kelemahan produk, yaitu pada bahan dasar dan proses produksi yang kurang dalam hal kontrol kualitas, sehingga ia mengurungkan niatnya.
Johnny memutuskan untuk mengembangkan donat sendiri tanpa mendapatkan donat waralaba AS. Ia memilih untuk menghasilkan bentuk dan rasa donat yang sempurna, dengan fokus khusus pada kualitas bahan dasar dan proses produksi. Ketika ia kembali ke Indonesia, ia kemudian mengembangkan sebuah toko donat dengan konsep, bentuk dan rasa yang serupa dengan toko donat di Amerika Serikat. Johnny melihat sejauh ini tidak ada toko donat di Indonesia memiliki konsep dapur terbuka, sehingga ia mulai di J.CO. Jadi, selain memiliki rasa yang berbeda, konsep toko juga dibuat sebagai dapur terbuka sehingga konsumen dapat melihat berbagai atraksi pembuatan donat, langsung dari mencampur bahan sampai dengan siap untuk dijual donat tersebut.
b.    Keuangan
Sebagai pemain baru di pasar food and beverages – spesifik pada donat dan kopi, J.CO Donuts & Coffee memiliki beberapa pesaing: I-Crave dan Krispy Kreme.
Membicarakan usaha donuts and coffee, Dunkin Donuts tak akan terlewatkan.Brand yang dimotori Dunkin ‘Brands telah berdiri sejak tahun 1950. Brand ini mencakup worldwide untuk jangkauan pasar dan hingga kini masih tegak berdiri dengan beberapa jenis produk yang ditawarkan: donat, brownies,croissant, muffins, kopi, cokelat, dan lain-lain. Dari sisi usia jelas Dunkin Donuts lebih banyak memiliki jam terbang dibandingkan J.CO Donuts & Coffee yang baru berdiri pada tahun 2005. Akan tetapi Dunkin Donuts bukanlah kompetitor J.CO Donuts & Coffee. Hal ini dikarenakan konsep Dunkin Donuts yang lebih mengarah pada mainstream donuts, setara dengan Country Style Donuts. J.CO Donuts & Coffee lebih diposisikan sebagai donat yang lux dari sisi tampilan maupun kemasan.
I-Crave yang dikelola Melawai Group mengedepankan variasi rasa yang jauh lebih banyak dari J-Co.Variasi filling I-Crave kurang lebih 20 jenis lebih banyak dari J.CO Donuts & Coffee. I-Crave dari sisi harga mampu memberikan diskon sampai 35% jika pelanggan membeli dalam kuantitas di atas dua lusin. I-Crave tidak terlalu menjual ambience seperti yang ditawarkan J.CO Donuts & Coffee, akan tetapi mengedepankan variasi rasa serta harga yang relatif murah.
Krispy Kreme sebagai pesaing J.CO Donuts & Coffee muncul di bawah bendera PT Premier Doughnut Indonesia. Ia merupakan salah satu retail donat tertua di Amerika yang memiliki track record yang jauh lebih lama dibanding J.CO Donuts & Coffee.
Selain itu, J.CO Donuts & Coffee mendapat persaingan dengan logo, produk, dan outlet yang mirip di Malaysia bernama Big Apple Donuts & Coffee yang diluar Malaysia menggunakan nama Big Apple Donuts & Coffee.
c.    Hasil
J.CO Donuts & Coffee hadir di tengah masyarakat dengan beberapa jenis produk yang ditawarkan. Produk-produk yang dimaksud meliputi donat, kopi, cokelat, serta produk terbarunya, yogurt. Setiap donat diberi nama kreatif sesuai dengan topping dan rasa. Ini menciptakan sebuah keunikan dan mudah mengingat nama, Sebagai contoh, Cheese Me Up adalah nama untuk donat dengan keju meleleh di atas. Tira Miss U adalah nama dari donat dengan topping tiramisu.
Berikut nama-nama produk yang ditawarkan J.CO Donuts & Coffee: Hazel Dazzle, Glazzy, Alcapone, Coco Loco, Cheese Me Up, Miss Green T, Why Nut, JCrown Oreo, Da Vin Cheez, Mona Pisa, Heaven Berry, Forest Glam, J.CO Praline, J.CO Yogurt, Choco Forest Freeze, J.Pops, dan masih banyak lagi.
d.   Kesimpulan
Identifikasi brand positioning J.CO Donuts & Coffee jika dilihat dari brand itu sendiri adalah sebagai berikut. J.CO Donuts & Coffee adalah brand lokal yang diposisikan sebagai brand internasional. J.CO Donuts & Coffee merupakan representasi gaya hidup modern yang mengandalkan kualitas dan pelayanan terbaik. J.CO Donuts & Coffee menawarkan ambience pada para pelanggannya, hal ini dapat kita lihat dari tatanan interior gerai dan fasilitas meja dan kursi yang nyaman bagi para pelanggan.
Dari segi market segmentation, J.CO Donuts & Coffee berusaha meraih pelanggan yang mengutamakan kualitas dan menggemari brand premium. Selain itu, J.CO Donuts & Coffee menyasar pelanggan yang menjadikan hanging out in café sebagai lifestyle. Konsumen J.CO Donuts & Coffee dalam jangkauan kepribadian ialah mereka yang senang bersosialisasi dan memiliki cita rasa tinggi.
J.CO Donuts & Coffee dan kompetitor-kompetitornya saat ini mengembangkan strategi mereka masing-masing. Keunikan J.CO Donuts & Coffee yang menjadi pembeda dan memberikan nilai plus dibandingkan para kompetitornya adalah konsep dapur transparan sehingga konsumen dapat melihat secara langsung pembuatan donat dan produk-produk J.CO Donuts & Coffee lainnya. Selain itu, J.CO Donuts & Coffee mengedepankan kualitas dengan menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi yang didatangkan dari luar negeri – contoh: cokelat Belgia. J.CO Donuts & Coffee juga menawarkan suasana yang cozy dengan tatanan interiornya sehingga konsumen akan merasa nyaman menikmati hidangan yang mereka beli di gerai J.CO Donuts & Coffee.
D.   Referensi
E.    Kelompok
Astried Sandra Amalia        (21213467)
Regilia Novtriana Putri       (27213363)
Yuni Ariani                            (29213589)
F.   Dampak
Dampak positifnya yang pertama, membantu mengurangi jumlah pengangguran. Kedua, pemasukan devisa bertambah seiring ekspansi waralaba lokal yang sekarang sudah merambah ke luar negeri. Ketiga, ketahanan ekonomi juga terbantu. Sebab, mau krisis atau tidak, waralaba tetap bisa eksis. Terbukti sejak tahun 1990-an, meski dihantam krisis, waralaba tetap jalan, bahkan berkembang pesat setelah itu.
Sementara dampak negatifnya, kalau dijalankan dengan benar tidak akan ada. Untuk itu, semua pihak perlu bekerja sama mengawasi jalannya peraturan yang ada, baik itu pemerintah, pihak asosiasi, maupun para franchisor dan franchisee.
G. Keuntungan
Keuntungan Bagi Franchisee (pemilik hak-jual) :
  • Popularitas produk atau jasa sudah dikenal konsumen, menghemat biaya promosi.
  • Mendapatkan fasilitas-fasilitas manajemen tertentu sesuai dengan training yang dilakukanoleh franchiser.
  • Mendapatkan image sama dengan perusahaan induk.
  • Memperoleh program pelatihan yang terstruktur dari franchisor
  • Memperoleh insentif memiliki bisnis sendiri dengan bantuan manajemen secara terus menerus.
  • Mendapat keuntungan dari kegiatan operasioanal di bawah nama dagang yang telah mapan di masyarakat.
  • Membutuhkan modal yang lebih kecil.
  • Resiko bisnis relatif kecil.
  • Memperoleh dukungan riset dan pengembangan dari franchisor.
  • Mendapat dukungan untuk akses kesumber-sumber pinjaman modal.

Jumat, 15 November 2013

Tugas 5


1. Pengertian Produksi Secara Umum dan Secara Ekonomi
                                        
Pengertian Produksi Secara Umum
Produksi merupakan semua perbuatan atau kegiatan yang tidak hanya mencakup pembuatan barang - barang saja, tetapi dapat juga membuat atau menciptakan jasa pelayanan, seperti acara hiburan, penulisan buku - buku cerita, dan pelayanan jasa keuangan.

Pengertian Produksi Secara Ekonomi
Dalam arti ekonomi, produksi adalah setiap usaha manusia untuk menciptakan atau menambah guna suatu barang atau benda untuk memenuhi kebutuhan manusia. Misalnya: menanam padi, menggiling padi, mengangkut beras, memperdagangkan, dari menjual makanan.

Sumber :


2. Sistem Produksi dan Operasi

Siklus Produksi  adalah rangkaian aktivitas bisnis dan operasi pemrosesan data terkait yang terus terjadi yang berkaitan dengan pembuatan produk .
Aktivitas – aktivitas yang ada pada siklus produksi :
• Perancangan Produk
• Perencanaan dan Penjadwalan
• Operasi  Produksi
• Akuntansi  Biaya

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaLlz3dtYtWmUQUGJbJKoXipFNzz-1pnMZb_h-28ge7cq9fL9aKrgB64qVdSqSTQXTyZ_Gccd80-fyvRMCsxZqQfeRSDWiUQ6QgVjnAyxhC3j0yMTgXZ2kedm_RDN3LcKNAbPIW9M5Yu8/s1600/sistem+produksi.jpg

Rancangan Produk adalah : hasil dari pengembangan suatu strategi bisnis (business strategy) dan merupakan kunci bagi kelangsungan hidup perusahaan. 
Keputusan tentang produk mempengaruhi masing-masing 5 bidang pengambilan keputusan operasi, yaitu : 
1. Proses
2. Kapasitas
3. Persediaan
4. Tenaga kerja
5. Kualitas

Yang dimaksud dengan operasi produksi adalah suatu kegiatan dengan melibatkan tenaga rnanusia, bahan, dan peralatan untuk menghasilkan produk yang berguna atau bernilai lebih. Atau dengan kata lain proses produksi adalah transformasi bahan (input) menjadi produk (output). Alur proses produksi dalarn manajemen operasi adalah INPUT --> TRANSFORMASI --> OUTPUT. Input, berupa mesin, bahan/komponen, energi, dan desain produk di-transformasi-kan dengan menggunakan berbagai fasilitas produksi yang terdapat di dalam pabrik menjadi output, yang berupa barang, jasa, produk sampingan, dan sisa-sisa produk.
Secara garis besar, proses produksi di dalam pabrik dikelompokkan rnenjadi dua, yaitu pola produksi terus-menerus, dan pola produksi terputus-putus.
Ciri-ciri dari kedua pola produksi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.      Pola produksi terus-menerus (continuous)
Ciri-ciri pola produksi terus-menerus (continuous) yaitu:
a.     Output yang dihasilkan besar 
b.     Variasi produk rendah 
c.      Produk yang dihasilkan standar 
d.     Mesin yang digunakan khusus, semi otomatis 
e.     Operator tidak harus ahli
f.       Apabila terdapat satu mesin rusak, maka proses produksi berhenti 
g.     Diperlukan perawatan spesialis atau oleh ahli

2.      Pola produksi terputus-putus (intermitten)
Ciri-ciri pola produksi terputus-putus (intermitten) adalah:
a.       Output yang dihasilkan kecil 
b.      Variasi produk tinggi
c.       Produk yang dihasilkan berdasar pesanan 
d.      Mesin produksi yang digunakan bersifat umum, tidak otomatis 
e.       Diperlukan operator ahli

f.       Kedua pola produksi tersebut apabila digambarkan dalam skema perencanaan operasi akan nampak sebagai berikut:

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwywxQey9Szr88zsZAdksGhTq8bzC7E8CaVgzbDHRk4DUIzZ5bFmnS1uubVdUAAIvIJVZ_vTDKaGE4NqaYr3N9RICvgOfYZ3HwPaUGlbe5amBw9SN6Ck9NM49BIyuE9vQXsT6QmyRbmKU/s1600/Skema.jpg

Skema Perencanaan Operasi Produksi Terus Menerus.



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRAz55mpZoo499yOFXg1eSfXMhuclmfolldAs-9iHuwlCJvzWiV9leOQCSbxpIiqXdduvUZrcub59aVN4cpJSgoSEVfXLTOKZO1g4Hab4hsNj3UcV_IeiDPZqtKEsPL2csnE1sgD_5ufA/s1600/Skema2.jpg

Skema Perencanaan Operasi Produksi Putus-putus


Pengertian Akuntansi Biaya Menurut Ahli :

·         Menurut Mulyadi bahwa pengertian akuntansi biaya ialah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk jasa dengan cara-cara tertentu serta penafsiran terhadapnya.
·         Menurut Matz Usry pengertian akuntansi biaya adalah “Cost accounting sometime call management accounting, should be considered the key managerial partner, furnishing management with the necessary accounting tools to plan and control activities.”
·         Kemudian pengertian akuntansi budaya menurut Abdul Halim mengemukakan bahwa definisi akuntansi biaya adalah “Akuntansi biaya adalah akuntansi yang membicarakan tentang penentuan harga pokok (cost) dari suatu produk yang diproduksi (atau dijual di pasar) baik untuk memenuhi pesanan dan pemesan maupun untuk menjadi persediaan barang dagangan. yang akan dijual.”
·         Selanjutnya dikemukakan pula definisi akuntansi biaya menurut R. A. Supriyono dalam bukunya Akuntansi Biaya, bahwa Akuntansi biaya adalah salah satu cabang akuntansi yang merupakan alat manajemen untuk memonitor dan merekam transaksi biaya secara sistematis serta menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya.
Jadi pengertian akuntansi budaya merupakan penentuan harga pokok suatu produk dengan melakukan suatu proses pencatatan, penggolongan dan penyajian transaksi biaya secara sistematis serta menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya.

Fungsi Akuntansi Biaya
1.      Melakukan perhitungan dan pelaporan harga pokok produk 
2.      Memperinci biaya (harga) pokok produk pada segenap unsurnya
3.      Memberikan informasi dasar untuk membuat perencanaan biaya 
4.      Memberikan data bagi proses penyusunan anggaran
5.      Memberikan informasi biaya dalam pengendalian manajemen